Postingan

10.4 Keterkaitan Pertanian dengan Industri Manufaktur

10.4 Keterkaitan Pertanian dengan Industri Manufaktur Salah satu penyebab krisis ekonomiè kesalahan industrialisasi yg tidak berbasis pertanian. Hal ini terlihat bahwa laju pertumbuhan sector pertanian (+) walaupu kecil, sedangkan industri manufaktur (-). Jepang, Taiwan & Eropa dlm memajukan industri manufaktur diawali dg revolusi sector pertanian. Alasan sector pertanian harus kuat dlm proses industrialisasi: ·          Sektor pertanian kuatè pangan terjaminè tdk ada laparèkondisi sospol stabil ·          Sudut Permintaanè Sektor pertanian kuatè pendapatan riil perkapita naikè permintaan oleh petani thd produk industri manufaktur naik berarti industri manufaktur berkembang & output industri menjadi input sektor pertanian ·          Sudut Penawaranè permintaan produk pertanian sbg bahan baku oleh industri manufaktur. ·     ...

10.3 Investasi di sector pertanian

10.3 Investasi di sector pertanian Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian di Indonesia. Sampai tahun 1991 sektor pertanian menyumbang 17,66 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 49,24 persen tenaga kerja nasional. Di samping itu sektor pertanian juga menyangga kehidupan sekitar 77,74 persen penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan, serta merupakan pendukung utama sektor agroindustri dalam mendorong/memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Mengingat pentingnya peranan sektor pertanian dalam perekonomian Indanesia, maka pengembangan sektor i n i perlu terus ditingkatkan. Namun mefihat lemahnya daya saing sektor ini daXam menyerap investasi maka peranan pemerintah dalam pengembangan sektor ini perlu lebih ditingkatkan lagi agar laju pertumbuhan sektor ini tidak tertinggal jauh dengan sektor lainnya. Pada prinsipnya, .suatu kebfjaksanaan investasi dalam pengembangan suatu sektor seperti pertanian perlu dilandasi oleh pengeta...

10.2 Nilai Tukar Petani

10.2 Nilai Tukar Petani Perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang dinyatakan dalam persentase. Secara konsep NTP menyatakan tingkat kemampuan tukar atas barang-barang (produk) yang dihasilkan petani di pedesaan terhadap barang/jasa yang dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam proses produksi pertanian. Kegunaan : - Untuk mengukur kemampuan tukar (term of trade)produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga  - Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan tingkat pendapatan petani dari waktu ke waktu yang dapat dipakai sebagai dasar kebijakan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan petani. Selain itu menunjukkan tingkat daya saing (competiveness) produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. /p> Irigasi di pulau Sumbawa propinsi Nusa Tenggara Barat Jepang, melalui berbagai macam skemanya telah memberikan bant...

10.1 Sektor pertanaian di Indonesia

10 Sektor Pertanian 10.1 Sektor pertanaian di Indonesia Kurang lebih 18% dari penduduk di Indonesia bekerja di sektor pertanian, sebagian besar dalam skala sangat kecil. Oleh karena 2/3 dari penduduk miskin di negara ini bekerja di sektor pertanian, maka kemajuan di sektor pertanian berpengaruh pada bangkitnya industri yang berhubungan dan pada akhirnya bermanfaat bagi pengurangan kemiskinan. Setelah Indonesia berhasil mencapai swa sembada pangan pada tahun 1984, tidak ada kemajuan ekonomi yang berarti sampai tahun 1997, peningkatan produksi juga terutama dititikberatkan pada pangan selain beras. Setelah krisis yang melanda Asia pada tahun 1998, harga pupuk dan obat-obatan pertanian melonjak tinggi, ditambah lagi dengan paceklik dan bencana alam, dan lain-lain sangat mempengaruhi produktifitas beras. Sampai saat sekarangpun stabilitas pengadaan beras masih bermasalah, maka akhir-akhir ini timbul kembali kesadaran terhadap pentingnya menjaga produktifitas beras. [Irigasi di...

8/9.6 Teori dan analisis Perkembangan Ekonomi daerah

8/9.6 Teori dan analisis Perkembangan Ekonomi daerah Perbedaan karakteristik wilayah berarti perbedaan potensi yang dimiliki, sehingga membutuhkan perbedaan kebijakan untuk setiap wilayah. Untuk menunjukkan adanya perbedaan potensi ini maka dibentuklah zona-zona pengembangan ekonomi wilayah. Zona Pengembangan Ekonomi Daerah adalah pendekatan pengembangan ekonomi daerah dengan membagi habis wilayah sebuah daerah berdasarkan potensi unggulan yang dimiliki, dalam satu daerah dapat terdiri dari dua atau lebih zona dan sebuah zona dapat terdiri dari dua atau lebih cluster. Setiap zona diberi nama sesuai dengan potensi unggulan yang dimiliki, demikian pula pemberian nama untuk setiap cluster, misalnya : Zona Pengembangan Sektor Pertanian yang terdiri dari Cluster Bawang Merah, Cluster Semangka, Cluster Kacang Tanah, dst. Referensi: Google.com.2011.Perkembangan Ekonomi Daerah dan Otonomi Daerah. http://jammyjack.blogspot.com/2011/03/bab-5-pembangunan-ekonomi-daerah-dan.html , D...

8/9.5 Pembangunan Indonesia Bagian Timur

8/9.5 Pembangunan Indonesia Bagian Timur Saat ini pembangunan perekonomian di Indonesia tengah mengacu pada komitmen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan pada 27 Mei 2011 lalu. Mengacu kepada hal itu strategi utama yang harus dibangun salah satunya adalah penguatan konektivitas nasional. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Emil Salim mengatakan untuk untuk mengembangkan keutuhan NKRI, perlu mengutamakan penggalakan konektivitas Indonesia bagian barat dan timur. Sebab, kata dia, saat ini Indonesia bagian timur masih tertinggal sehingga tidak menarik minat pengusaha berinvestasi di sana. Pengembangan wilayah bagian timur Indonesia juga bisa ditingkatkan melalui bidang pendidikan dan kesehatan. Serta merangsang pihak perbankan untuk mengucurkan kredit pembangunan di sana. Referensi: Google.com.2011. Pembangunan Indonesia Bagian Timur . http://economy.okezone.com/read/2011/05/31/20/463228/pembang...

8/9.4 Faktor – factor Penyebab ketimpangan

8/9.4 Faktor – factor Penyebab ketimpangan Penyebab ketimpangan ekonomi antar propinsi di Indonesia: 1.    Konsentrasi Kegiatan Ekonomi Wilayah 2.    Alokasi investasi 3.    Tingkat mobilitas FT rendah antar daerah 4.    Perbedaan SDA antar propinsi           5.    Perbedaan kondisi demografis antar wilayah 6.    Kurang lancarnya perdagangan antar propinsi Referensi: Google.com.2011. Pembangunan Ekonomi Daerah dan Otonomi Daerah. http://jabbarspace.blogspot.com/2011/05/pembangunan-ekonomi-daerah-dan-otonomi.html , Diakses tanggal 23 april 2015. Google.com. http://www.negarahukum.com/hukum/pendapatan-asli-daerah.html , Diakses tanggal 23 april 2015.